Friday, February 1, 2013

Plus Minus Dibalik Perhatian yang Berlebihan



Perhatian adalah salah satu wujud simpati seseorang. Perhatian merupakan bagian dari cara seseorang menyampaikan atau mengungkapkan kasih sayangnya pada orang lain, benda, keadaan ataupun kondisi. Seseorang yang kurang akan perhatian bisa menjadi pribadi yang pemurung, penyendiri dan acuh-tak acuh pada lingkungannya. Tapi bukan berarti kelebihan perhatian akan selalu berdampak baik pada diri seseorang.

Dampak positif dari perhatian yang berlebih
Perhatian menjadi sesuatu yang menyanangkan dan mempunyai dampak positif bagi kejiwaan dan kehidupan seseorang, di antara hal-hal positif tersebut adalah sebagai berikut:

1.       Percaya Diri
Setiap pribadi yang mendapat perhatian akan selalu merasa percaya diri dengan apa yang sedang ia lakukan. Ia tidak akan ragu untuk berkata A atau B, bercerita tentang F atau G, berguyon dengan cara A sampai Z. Karena ia tahu sesepele apapun topik yang ia pilih, ia sedang berada dalam pusat perhatian yang mampu menjadi pusaran yang menarik bagi setiap orang.
       Kepercaya dirian seseorang dapat terbentuk dari rasa aman akan malu, atau merasa tidak takut untuk malu. Hal ini dikarenakan ia sudah seratus satu persen (101%) yakin bahwa cara ia mempermalukan dirinya tidak akan membuatnya malu. Hal inilah yang merupakan kekuatan perhatian, entah itu dari lingkungan keluarga maupun masyarakatnya.

2.       Bahagia
Perasaan bahagia adalah perasaan yang umum dimiliki oleh seseorang dengan perhatian berlebih dari sekitarnya. Dengan merasa bahagia, ia merasa sudah mendapatkan tempat tersendiri dalam kehidupan setiap orang. Dengan perasaan ini, hiperbolanya seseorang yang dipenuhi perhatian sudah tidak butuh apa-apa lagi dalam hidupnya. Karena efek dari merasa bahagia, ia akan menjalani kehidupan ini dengan tenang.

3.       Tenang
Merasa tenang tak lepas dari efeksebuah perhatian. Karena perhatian mampu membuat seseorang merasa bahagia, dan kebahagiaan membuat seseorang merasa tenang dalam menjalani kehidupan. Dengan perasaan tenang seseorang mampu menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupannya. Seseorang yang dipenuhi perhatian cenderung beremosi stabil, sehingga tidak mudah naik darah.


Dampak Negatif dari perhatian yang berlebih
Selin bedampak positif bagi psikologi dan perangai seseorang, perhatian juga dapat menimbulkan efek negatif di antaranya:

1.       Manja
Perhatian berlebih memang baik untuk membuat seseorang merasa tenang, akan tetapi jangan sampai ketika kita memberikan perhatian yang berlebihan justru yang terjadi sebaliknya adalah membuat orang lain atau seseorang menjadi manja dan menuntut semua-muanya.
       Perhatian semacam ini mampu menjadikan seseorang ketergantungan pada kita dan tidak ingin lepas dari jangkauan kita. Meskipun sangat menyenangkan saat bisa diandalkan oleh orang lain, tapi jika tahapan diandalkan ini sudah berkembang menjadi ketergantungan akan membuat seseorang tidak bisa mandiri dalam menjalani kehidupannya. Sehingga kepercayaan diri yang dimilikinya semula berkurang bahkan hilang.

2.       Egois dan egosentris
Egois adalah mementingkan diri sendiri dan egosentris adalah berpusat pada diri sendiri. Seseorang yang sudah terlanjur selalu mendapatkan perhatian berlebih cenderung menuntut untuk terus diperhatikan. Mereka yang biasa dianggap penting merasa bahwa hanya dirinyalah yang pantas untuk dianggap penting dan orang lain itu tidak penting sama sekali. Ia menuntut seluruh perhatian hanya berpusat padanya dan tidak mempedulikan apa-apa lagi. Tahapan seperti inilah yang tidak diharapkan dari sebuah perhatian yang seharusnya mempunyai nilai positif dalam hidup.

3.       Tertekan
Tak jarang seseorang yang terlalu diperhatikan akan merasa tertekan. Hal ini bisa terjadi jikalau ia sendiri belum siap dengan dunia luar yang sedang ingin menariknya atau sedang ertarik padanya.
       Seseorang yang belum siap untuk menjadi pusat perhatian akan bersikap kontradiktif terhadap masyarakat sekitarnya, sehingga perhatian dari orang lain mampu menjadi beban untuknya. Lama kelamaan beban ini menjadi sebuah tekanan tersendiri baginya. Bahkan jika mencapai tahap yang lebih lanjut, perhatian tersebut mampu membuat seseorang menjadi phobia akan lingkungan. Efeknya, orang tersebut akan mengucilkan diri dari lungkungannya dengan sendirinya.

4.       Selalu merasa diperhatikan
Menjadi pusat perhatian memang menyenangkan, tak dapat dipungkiri. Namun, ada kalanya seseorang butuh privasi, sehingga jika saat kemana-mana ia selalu menjadi pusat perhatian, hal ini dapat membuatnya merasa risih dan merasa tidak nyaman. 

No comments:

Post a Comment