Friday, January 25, 2013

Permasalahan Pembangunan di Negara Yang Sedang Berkembang



TUGAS KELOMPOK I
EKONOMI PEMBANGUNAN


Makalah
Permasalahan Pembangunan di Negara Yang Sedang Berkembang

Disusun oleh,
Chaerunisa                                    (106 200 86)
Emi Fatmawati                             (106 200 47)
Mayang Prisma Tami                    (106 200 23)
Mega Meskasari                            (106 200 12)
Revita Maharesti                          (106 200 73)


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS BOROBUDUR
JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR



Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah yang berjudul “Permasalahan Pembangunan di Negara Yang Sedang Berkembang” ini bertujuan untuk mengetahui apa saja permasalahan pembangunan di negara yang sedang berkembang pada umumnya.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini dan jauh dari kesempurnaan itu dikarenakan kemampuan kami yang terbatas. Maka dari itu, kami menerima kritik dan saran yang positif dari para pembaca.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga makalah ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang khususnya dalam bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan.
        



         Jakarta, 20 November 2012



         ( Penyusun )









DAFTAR ISI



Halaman Judul ..................................................................................................................     i
KATA PENGANTAR .....................................................................................................     ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................      iii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................     1
1.1. Latar Belakang ..........................................................................................................      1
1.2. Tujuan Penulisan ......................................................................................................       1
1.3. Rumusan Masalah .....................................................................................................      1
BAB II MASALAH YANG DIHADAPI NEGARA YANG SEDANG BERKEMBANG ..      3
2.1. Masalah-masalah di Negara Berkembang .................................................................      3
2.2. Sifat / Karakteristik / Ciri-Ciri Negara Berkembang di Dunia .................................       3
2.3. Upaya Pembangunan di Negara Berkembang ..........................................................      5
2.4. Masalah Sosial Ekonomi di Negara Berkembang ....................................................       6
2.5. Strategi Pembangunan Indonesia, Pengangguran dan Inflasi ..................................      7
2.5.1. Strategi Pembangunan Indonesia ..........................................................................      7
2.5.2. Pengangguran dan Inflasi ......................................................................................      7
BAB III PENUTUP ........................................................................................................      10
3.1. Kesimpulan ........................................................................................................................................................        10
3.2. Saran ....................................................................................................................................................................       10
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................     iv











DAFTAR PUSTAKA



  
TUGAS KELOMPOK I
EKONOMI PEMBANGUNAN


Makalah
Permasalahan Pembangunan di Negara Yang Sedang Berkembang

Disusun oleh,
Andi Aida Nurhaida                    (126 200 80)
Chaerunisa                                    (106 200 86)
Emi Fatmawati                             (106 200 47)
Emi Suswati                                 (106 200 01)
Febri Diani                                    (106 200 25)
Mayang Prisma Tami                    (106 200 23)
Mega Meskasari                            (106 200 12)
Revita Maharesti                          (106 200 73)


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS BOROBUDUR
JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR



Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah yang berjudul “Permasalahan Pembangunan di Negara Yang Sedang Berkembang” ini bertujuan untuk mengetahui apa saja permasalahan pembangunan di negara yang sedang berkembang pada umumnya.
Kami menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini dan jauh dari kesempurnaan itu dikarenakan kemampuan kami yang terbatas. Maka dari itu, kami menerima kritik dan saran yang positif dari para pembaca.
Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga makalah ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi dimasa yang akan datang khususnya dalam bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan.
        



         Jakarta, 20 November 2012



         ( Penyusun )









DAFTAR ISI



Halaman Judul ..................................................................................................................     i
KATA PENGANTAR .....................................................................................................     ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................................      iii
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................     1
1.1. Latar Belakang ..........................................................................................................      1
1.2. Tujuan Penulisan ......................................................................................................       1
1.3. Rumusan Masalah .....................................................................................................      1
BAB II MASALAH YANG DIHADAPI NEGARA YANG SEDANG BERKEMBANG ..      3
2.1. Masalah-masalah di Negara Berkembang .................................................................      3
2.2. Sifat / Karakteristik / Ciri-Ciri Negara Berkembang di Dunia .................................       3
2.3. Upaya Pembangunan di Negara Berkembang ..........................................................      5
2.4. Masalah Sosial Ekonomi di Negara Berkembang ....................................................       6
2.5. Strategi Pembangunan Indonesia, Pengangguran dan Inflasi ..................................      7
2.5.1. Strategi Pembangunan Indonesia ..........................................................................      7
2.5.2. Pengangguran dan Inflasi ......................................................................................      7
BAB III PENUTUP ........................................................................................................      10
3.1. Kesimpulan ........................................................................................................................................................        10
3.2. Saran ....................................................................................................................................................................       10
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................     iv










 BAB I
PENDAHULUAN



1.1.Latar Belakang
Negara berkembang adalah negara yang sedang membangun menuju negara modern. Didalamnya terdapat suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu. Untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan sosial dan budaya sebagai pendukung keberhasilannya.
Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu.
Saat ini permasalahan tersebut cukup serius dan setiap negara berkembang harus melakukan proses perubahan ke arah modernisasi dengan cara melaksanakan pembangunan di segala bidang. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua pembangunan tersebut membawa kemajuan. Sering pada bidang-bidang tertentu bisa juga mengalami kemunduran.
Oleh karena itu, pembangunan di negara berkembang harus dilakukan semaksimal mungkin. Hal ini tidak lain adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahn di atas. Secara umum, permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang seperti yang terdapat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin adalah tingkat kehidupan yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, dan pertumbuhan populasi serta tanggungan beban yang tinggi.

1.2.Tujuan Penulisan
Supaya mahasiswa dapat lebih memahami terhadap situasi ekonomi yang mana sekarang menjadi topik hangat dan dilema luar biasa bagi seluruh dunia. Mahasiswa dapat memecahkan masalah kecil yang berhubungan dengan rencana pembangunan di Negara kita. Diharapkan pula, makalah ini dapat menjadi acuan belajar dalam mempelajari permasalahan ekonomi.

1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang diatas, Penyusun membuat identifikasi permasalahan terhadap penelitian yang dilakukan oleh penyusun sebagi berikut:
1.      Apa saja masalah yang dihadapi negara yang sedang berkembang?
2.      Apa saja ciri-ciri negara yang berkembang di dunia?
3.      Apa saja faktor-faktor yang dapat memajukan negara yang ingin berkembang ?
4.      Bagaimana kita mengetahui bahwa masalah sosial ekonomi merupakan hasil dari perkembangan masyarakat dan perubahan zaman yang begitu cepat. Terlebih lagi saat memasuki era perdagangan bebas nanti?
5.      Apakah strategi pembangunan Indonesia, tingkat pengangguran dan inflasi?































BAB II
MASALAH YANG DI HADAPI NEGARA BERKEMBANG



2.1.      Masalah-masalah di Negara Berkembang
Masalah-masalah yang dihadapi negara yang sedang berkembang di antaranya:
1.      Standar hidup yang rendah, yaitu pendapatan nasional perkapita, tingkat pertumbuhan relative pendapatan nasional dan pendapatan perkapita, distribusi pendapatan nasioanal, tingkat kemiskinan, kesehatan dan pendidikan.
2.      Produksi yang rendah, yaitu sumber daya manusia yang tidak memadai dan kesehatan fisik yang rendah.
3.      Tingkat pertumbuhan penduduk dan ketergantungan yang terlalu tinggi.
4.      Tingkat pengangguran terbuka dan terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak.
5.      Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor barang-barang primer. Hal ini dikarenakan:
a.       tingkat produksivitas pertanian yang rendah
b.      ketergantungan pada ekspor primer
6.      Sistem hukum dan infrastruktur yang mapan.
7.      Ketergantungan yang dominan pada dunia internasional.

 

2.2.      Sifat / Karakteristik / Ciri-Ciri Negara Berkembang di Dunia
Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memiliki karakter atau ciri sebagai berikut:
1.      Tingkat Pertumbuhan Penduduk Tinggi
Tingkat pertambahan penduduk di negara berkembang umumnya lebih tinggi dua hingga empat kali lipat dari negara maju. Hal ini disebabkan oleh tingkat pendidikan dan budaya di negara berkembang yang berbeda dengan di negara maju. Hal tersebut dapat mengakibatkan banyak masalah di masa depan yang berkaitan dengan makanan, rumah, pekerjaan, Pendidikan dan lain sebagainya.
2.      Tingkat Pengangguran Tinggi
Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi tinggi. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang tersedia dan tingkat pertumbuhan keduanya yang tidak seimbang dari waktu ke waktu.

3.      Tingkat Produktivitas Rendah
Jumlah faktor produksi yang terbatas yang tidak diimbangi dengan jumlah angkatan kerja mengakibatkan lemahnya daya beli sehingga sektor usaha mengalami kesulitan untuk meningkatkan produksinya.
4.      Kualitas Hidup Rendah
Akibat rendahnya tingkat penghasilan, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dll. Banyak yang kekurangan gizi, tidak bisa baca tulis, rentan terkena penyakit, dan lain sebagainya.
5.      Ketergantungan Pada Sektor Pertanian /Primer
Umumnya masyakat adalah bermata pencaharian petani dengan ketergantungan yang tinggi akan hasil sektor pertanian.
6.      Pasar & Informasi Tidak Sempurna
Kondisi perekonomian negara berkembang kurang berkompetisi sehingga masih dikuasai oleh usaha monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Informasi di pasar hanya dikuasai oleh sekelompok orang saja.
7.      Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi
Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk non angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan dengan di negara maju. Dengan demikian di negara maju penduduk yang berada dalam usia nonproduktif lebih banyak bergantung pada yang masuk angkatan kerja.
8.      Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal Yang Rentan
Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu.

Ciri-ciri lainnya dari negara yang sedang berkembang:
1.      Tidak cukup makan.
2.      Struktur agraria lemah, karena pemilikan tanah yang kecil.
3.      Industri kurang berkembang di sebagian daerah.
4.      Tidak banyak menggunakan yang dibangkitkan dengan mesin.
5.      Ketergantungan ekonomi, karena perusahaan-perusahaan besar ada di tangan orang asing, atau negara tersebut masih tergantung pada luar negeri.
6.      Struktur sosial yang masih feodal (menggunakan paham lama).
7.      Tingkat pengangguran yang sangat besar jumlahnya dan tersebar di beberapa wilayah.
8.      Tingkat pengajaran rendah atau mutu pendidikan yang kurang baik.
9.      Angka kelahiran tinggi.
10.  Kesehatan yang kurang memadai.
11.  Orientasi kepada tradisi dan kepada kelompok.
12.  Kekayaan alam belum diolah semaksimal mungkin.
13.  Kemiskinan, dan hal ini memang sangat mengkhwatirkan.
14.  Kebodohan dan keterbelakangan.
15.  Kurangnya tenaga ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
16.  Kesehatan kurang.
17.  Pendidikan tidak memadai.
18.  Ketahanan nasional lemah.

2.3.      Upaya Pembangunan di Negara Berkembang
Saat ini permasalahan-permasalahan yang tersebut pada pembahasan sebelumnya sudah menjadi cukup serius dan setiap negara berkembang harus melakukan proses perubahan ke arah modernisasi dengan cara melaksanakan pembangunan di segala bidang. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak semua pembangunan tersebut membawa kemajuan. Sering pada bidang-bidang tertentu bisa juga mengalami kemunduran. Faktor-faktor yang membuat pembangunan di suatu negara mengalami kemajuan di antaranya:
1.      Masyarakat mampu menerima adanya suatu perubahan dengan segala resikonya.
2.      Masyarakat harus menyadari bahwa perubahan tersebut memang sengaja dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Dikarenakan negara berkembang adalah negara yang sedang membangun menuju negara modern, di dalamnya terdapat suatu proses perubahan di segala bidang kehidupan yang dilakukan secara sengaja berdasarkan suatu rencana tertentu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang menuntut adanya perubahan sosial dan budaya sebagai pendukung keberhasilannya.
Hanya dengan perubahan melalui pembangunan akan diperoleh suatu kemajuan yang akan meningkatkan taraf kehidupan. Apabila mengalami kemunduran, berarti masyarakat kurang siap menerima perubahan yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      Terlalu banyak kekuatan dominan yang tidak menyetujui adanya perubahan.
2.      Terjadinya revolusi yang mengakibatkan masyarakat mengalami disorganisasi.
3.      Perubahan yang terlalu cepat karena terjadi bencana alam (bagi negar yang sedang tertimpa bencana).
4.      Dalam negara yang sedang dijajah, pihak penjajah memaksakan perubahan.
Oleh karena itu, pembangunan di negara berkembang harus dilakukan semaksimal mungkin. Hal ini tidak lain adalah untuk mengatasi permasalahan-permasalahn di atas. Secara umum, permasalahan yang dihadapi oleh negara berkembang seperti yang terdapat di Asia, Afrika, dan Amerika Latin adalah tingkat kehidupan yang rendah, tingkat produktivitas yang rendah, dan pertumbuhan populasi serta tanggungan beban yang tinggi.
2.4.            Masalah Sosial Ekonomi di Negara Berkembang
Kesenjangan sosial ekonomi merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi negara yang sedang berkembang, yaitu suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat atau adanya jurang pemisah yang semakin lebar antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan ini timbul sebagai suatu keadaan yang menggambarkan tidak adanya kesamaan kemampuan dari para warga masyarakat di bidang sosial dan ekonomi. Ada individu dalam masyarakat yang mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya, sehingga dapat mencapai kedudukan sosial ekonomi yang tinggi. Seperti menduduki jabatan tertentu atau berhasil menjadi orang kaya. Tetapi ada juga individu yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan tuntutan lingkungannya, sehingga tidak dapat meraih suatu status sosial dan ekonomi yang tinggi. Seperti hidupnya miskin, menjadi pengangguran, atau menjadi pekerja rendahan (buruh).
Berdasarkan sejarah kehidupan manusia, gejala yang menggambarkan kedaaan kaya dan miskin secara berdampingan dalam kehidupan masyarakat merupakan masalah sosial atau merupakan gejala sosial yang wajar terjadi dalam perkembangan masyarakat. Tetapi setelah masyarakat berencana melakukan modernisasi di segala bidang penghidupan, terutama di bidang industri/ekonomi, maka timbullah nilai-nilai sosial yang baru. Seperti munculnya konsep masyarakat tradisional dan masyarakat modern, masyarakat ekonomi maju dan masyarakat ekonomi terbelakang, sehingga muncul individu sebagai makhluk sosial. Pada waktu itulah individu sadar akan kedudukan sosial dan ekonominya, sehingga menggolongkan dirinya sebagai orang kaya dan miskin. Kemiskinan kemudian dianggap sebagai pemicu masalah sosial yang sangat dibenci oleh masyarakat.
Diikuti oleh timbulnya kecemburuan sosial, tindakan provokasi, dan aksi-aksi sosial warga masyarakat miskin, seperti berupa gerakan demontrasi atau pemogokan dari pekerja rendahan (buruh). Tuntutan kebebasan berusaha, kenaikan gajiatau upah, dan lain sebagainya. Kemudian muncul anggapan bahwa lembaga ekonomi masyarakat belum berfungsi dengan baik. Sehingga perlu dibenahi agar lebih adil dan merata.
Bila tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka hal-hal yang bersifat kriminalitas (kejahatan) tumbuh subur dengan baik. Seperti korupsi, kolusi, nepotisme, pencurian, perkelahian, pembunuhan, penipuan, dan lain sebagainya. Tindak kriminalitas ini berhubungan langsung dengan kondisi dan proses-proses sosial ekonomi. Secara umum seperti terjadinya gerak dan perubahan sosial, persaingan dan pertentangan, konflik budaya, ideologi, politik, ekonomi, agama, dan lain-lain. Sebagai wujud imitasi (tiruan), kompensasi, identifikasi, konsepsi pribadi, dan kekecewaan yang agresif tanpa bisa berpikir panjang lagi.
Dari uraian diatas akhirnya kita tahu bahwa masalah sosial ekonomi merupakan hasil dari perkembangan masyarakat dan perubahan zaman yang begitu cepat. Terlebih lagi saat memasuki era perdagangan bebas nanti.

2.5.            Strategi Pembangunan Indonesia, Pengangguran dan Inflasi
2.5.1.      Strategi Pembangunan Indonesia
Strategi pembangunan di Indonesia tidak mengenal perbedaan strategi yang ekstrem. Sebagai contoh selain strategi pemerataan pembangunan, Indonesia tidak mengesampingkan strategi pertumbuhan dan strategi yang berwawasan ruang (terbukti dengan dibaginya wilayah Indonesia dengan berbagai wilayah pembangunan I, II, III dan seterusnya). Periode ini kemudian disusul dengan periode Repelita dan dalam setiap Repelita, khususnya sejak Repelita II, strategi pembangunan ekonomi yang diberlakukan di Indonesia adalah strategi yang mengacu pada pertumbuhan yang sekaligus berorientasi pada keadilan (pemerataan), menghapus kemiskinan, dan juga keadilan (pemerataan) antar daerah. Pembagian wilayah pembangunan ini tidak didasarkan pada pembagian secara adminstratif politis yang ada.
-          REPELITA I 
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian  dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
-          REPELITA II
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
-          REPELITA III
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
-          REPELITA IV
Meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri,baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam Repelita-Repelita selanjutnya dan meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
2.5.2.      Pengangguran dan Inflasi
Pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara sedang berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Masalah pengangguran juga dialami oleh negara-negara maju akan tetapi permasalahan pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya Busines Cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.
Akibat krisis finansial yang memporak-porandakan perekonomian di Indonesia, banyak pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang ke rekan bisnis sehingga begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di PHK oleh perusahaan karena perusahaan harus mengurangi besarnya cost yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Hal inilah yang yang menjadi salah satu faktor terjadinya pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat (ledakan pengangguran). Ledakan pengangguran yang terjadi di indonesia berawal sekitar tahun 1997 akhir atau 1998 awal dikarenakan terjadinya krisis moneter yang hebat melanda asia khususnya asia tenggara yang mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai reaksi terhadap gejolak moneter. Di Indonesia kebijakan likuidasi atas 16 bank akhir november 1997 membuat sekitar 8.000 karyawannya menganggur.
Dan dalam waktu yang tidak lama 7.196 pekerja dari 10 perusahaan juga terkena PHK. Ditambah lagi diawal tahun 1998 1,4 juta pengangguran menambah daftar permasalahan yang harus segera ditanggulangi oleh pemerintah Indonesia (Andreas, 2001).
Selama periode 2004-2009, tingkat pertumbuhan ekonomi yang diharapkanantara 4,5 persen sampai 6,0 persen. Pertumbuhan ekonomi sebesar itu diperkirakan hanya dapat menyerap angkatan kerja baru sekitar satu sampai satu setengah juta pekerja saja. Pada masa lalu, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen mampu menyerap sekitar 400.000 pekerja. Namun, pada saat ini diperkirakan hanya mampu menyerap sebanyak 250.000 sampai 300.000 pekerja baru. Sementara angkatan kerja baru setiap tahun bertambah 2,5 juta orang. Dengan jumlah penduduk yang diperkirakan masih bertambah dari 207 juta jiwa pada tahun 2004 menjadi 220 juta jiwa pada tahun 2009, sementara tingkat pengangguran pada tahun 2009 sekitar 8 persen dari seluruh angkatan kerja yang ada.
Ketidakstabilan ekonomi yang terjadi tidak hanya terkait oleh masalah pengangguran saja tetapi masalah inflasi juga merupakan masalah yang sangat penting yang harus dihadapi oleh semua negara didunia ini. Bahkan, peran bank sentral di berbagai negara di dunia ini sudah identik dengan bank sentral yang mengadopsi target inflasi baik secara implisit maupun eksplisit. Inflasi sering menjadi target kebijakan pemerintah karena inflasi merupakan penyakit ekonomi yang tidak bisa diabaikan karena dapat menimbulkan dampak yang sangat luas. Inflasi pada mulanya senantiasa diidentikkan dengan pencetakan uang yang terlalu banyak, yang menyebabkan bertambahnya pasokan jumlah uang beredar menjadi lebih banyak. Hal itu dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Oleh karena itu inflasi didefinisikan sebagai kenaikan tingkat harga secara umum. Definisi itu sebagai kebalikan dari kenaikan harga hanya satu atau dua komoditi saja (Humphreys, 1997).
Pengalaman krisis demi krisis yang menimpa ekonomi dunia dalam satu abad terakhir ini seharusnya telah menyadarkan kepada kita bahwa masalah inflasi telah berkembang menjadi persoalan yang semakin kompleks. Diawali dengan terjadinya malapetaka yang besar (the great depressions) pada tahun 1930-an, kemudian disusul dengan terjadinya krisis Amerika Latin pada dekade 1980-an, akhirnya muncul kembali pada krisis moneter di Asia pada pertengahan tahun 1997-an, adalah pengalaman ekonomi dunia dengan tingginya inflasi (hyper inflation) yang sangat merusakkan sendi-sendi ekonomi (Triono, 2006).
Inflasi yang tinggi penting untuk diperhatikan mengingat dampaknya bagi perekonomian yang bisa menimbulkan ketidakstabilan, pertumbuhan ekonomi yang lamban dan pengangguran yang senantiasa meningkat. Berkenaan dengan hal tersebut, upaya untuk mengendalikan agar stabil begitu penting untuk dilakukan. Menurut Chapra (2000), jika kita hendak melakukan pengobatan, maka tidak akan ada pengobatan yang efektif kecuali hal itu diarahkan kepada arus utama masalah.
Kesalahan yang umumnya dilakukan adalah bahwa pengobatan hanya dilakukan pada symtom (gejala) saja, bukan secara causatic (sumber masalah). Contoh penyelesaian masalah yang hanya sampai kepada gejala adalah: penyelesaian krisis ekonomi dengan hanya melihat ketidakseimbangan anggaran, ekspansi moneter yang berlebihan, defisit neraca pembayaran yang terlalu besar, naiknya kecenderungan proteksionis, tidak memadainya bantuan asing dan kerja sama internasional yang tidak mencukupi dan sebagainya. Akibatnya, penyembuhannya hanya bersifat sementara, seperti obat-obatan analgesik, mengurangi rasa sakit hanya bersifat sementara. Beberapa saat kemudian, krisis muncul kembali, bahkan lebih mendalam dan serius (Chapra 2000).
Sebelum kita berbicara mengenai solusi yang harus dilakukan untuk dapat mengendalikan inflasi terlebih dahulu kita harus melihat kembali, mengapa pengendalian inflasi yang diberikan ekonomi konvensional senantiasa mengalami kebuntuan? Jawabnya tidak lain adalah, bahwa kebijakan ekonomi yang disandarkan pada teori ekonomi konvensional tidak pernah memberikan penyelesaian yang bersifat tuntas.








BAB III
PENUTUP



3.1.         Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan jika tidak didukung sumber daya manusia yang memadai. Sebaliknya, pembangunan kualitas sumber daya manusia juga tidak akan tercapai tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi. Demikian pula pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Segitiga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial, pengendalian pertumbuhan  penduduk,  serta  lingkungan  hidup  harus  dikelola  pemerintah  secara  bersama-sama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan diantaranya:
o  Kependudukan dan sosial budaya
o  Wilayah dan lingkungan
o  Sumber daya alam serta persebarannya
o  Kualitas sumber daya manusia terhadap penguasaan ilmu pengetahuaan dan teknologi
o  Manajemen nasional
o  Kemungkinan pengembangan

3.2.         Saran
Segitiga pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial, pengendalian pertumbuhan penduduk, serta lingkungan hidup harus dikelola pemerintah secara bersama-sama dan terintegrasi. Itulah konsep pembangunan berwawasan kependudukan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Penduduk harus ditempatkan sebagai titik sentral kegiatan pembangunan.










DAFTAR PUSTAKA




No comments:

Post a Comment