Friday, January 25, 2013

Strategi Product Life Cycle


Kisi-kisi Manajemen Pemasaran

  1. Strategi produk life cycle meliputi introduction, growing, maturity dan decline. Pada saat posisi mana promosi harus ditekankan
Sebuah promosi baiknya ditekankan pada saat produk mencapai tahap maturity. Karena pada saat produk berada ditahap maturity, perusahaan sedang berada di atas, dalam artian produknya sudah bisa diterima masyarakat dan perusahaan sudah bisa menciptakan laba yang stabil. Akan tetapi jika perusahaan lengah, tidak melakukan kreasi dan inovasi, serta tidak menggencarkan promosi, bisa jadi posisinya akan tergantikan oleh perusahaan lain yang sedang merangkak naik. Hal ini bisa disebabkan oleh kejenuhan konsumen pada produknya yang itu-itu saja, sedangkan perusahaan lain pun terus mengejar untuk berada di posisi puncak.
Setiap tahapan dalam siklus product Life Cycle memerlukan strategi pemasaran yang berbeda. Tahap introduction adalah tahap pengenalan dimana suatu perusahaan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk memperkenalkan produknya, promosi pada tahap ini ditujukan agar konsumen mencoba. Tahapan ini ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan laba minimal. Jika berhasil, produk memasuki tahap growth yang ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang cepat dan laba yang meningkat, pada tahap growth pamasar tidak melakukan promosi dan memanfaatkan permintaan konsumen yang besar. Lalu diikuti tahap maturity dimana pertumbuhan penjualan melambat dan laba stabil, pada kondisi inilah promosi ditekankan untuk membuat konsumen tetap bersama perusahaan dan konsumen lain turut pindah ke merek perusahaan, dalam tahap ini pemasar melakukan inovasi dan kreasi untuk membuat produknya terlihat fresh. Terakhir, produk mengalami decline/penurunan. Tugas peranan marketing disini adalah mengidentifikasi produk yang benar-benar lemah, mengembangkan strategi bagi setiap produk dan membuang produk yang lemah dengan cara yang meminimalkan sumbangsih bagi laba, karyawan dan pelanggan perusahaan. Pemasar harus menjaga kestabilan posisinya agar tidak sampai pada tahap decline, karena ini pada tahap maturity bisa juga pemasar melakukan promosi dengan memodifikasi produk, price, iklan maupun penerapan distribusinya.

  1. Sebutkan fungsi planning buat pemasaran! Apakah pemasaran membutuhkan planing jangka pendek dan jangka panjang? Apa manfaat dari planing jangka pendek dan jangka panjang tersebut?
è Tujuan sebuah planing dalam sebuah organisasi adalah:
a.       Membantu kemajuan organisasi yang sesuai dengan tujuan manajemen
b.      Mebantu manajer untuk berfikir, bertindak dan memutuskan suatu masalah lebih efektif
c.       Membuat organisasi lebih fleksible
d.      Membuat organisasi problems mudah diselesaikan
e.      Memberikan identifikasi kepada manajemen bagaimana untuk mengevaluasi kemajuan dari tujuan-tujuan yang telah direncanakan

è Menurut saya:
Sebuah pemasaran memerlukan rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek, dimana salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi / perusahaan harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif. Sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya tapi lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha.
è Rencana jangka panjang merupakan rencana yang akan dijalankan oleh seluruh komponen dalam organisasi /perusahaan, dan dibuat dalam rangka pencapaian tujuan orgnisasi secara keseluruhan.
è Rencana jangka pendek adalah rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan jangka pendek dan sebagai dorongan tercapainya tujuan jangka menengah.
è Manfaat dari planing berjangka panjang dan pendek adalah:
-          Planing jangka pendek:
·         Memberikan kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran tahunan perusahaan
·         Sebagai pengembangan manajemen
·         Sebagai mekanisme untuk memaksa atasan untuk memikirkan langkah jangka panjang perusahaan
·         Sebagai alat untuk mensejajarkan manajer dengan langkah strategi jangka panjang perusahaan

-          Planing jangka panjang:
·         Memberikan pemahaman terhadap pemenuhan harapan minimum stakeholder tentang masa depan perusahaan
·         Meminimalisir potensi konflik dalam intern perusahaan
·         Sebagai pendorong usaha dan pencapaian yang berkesinambungan (profitabilitas, produktivitas, posisi kompetitif, dll)
·         Mendesain dan mengorganisir pekerjaan dengan baik (dapat diterima masyarakat, terukur, fleksible, dan memotivasi)

  1. Mengapa marketing disebut sebagai urat nadi perusahaan dalam mencetak laba? Jelaskan!
Pemasaran yang baik bukanlah sebuah kebetulan, tetapi hasil dari sebuah perencanaan dan pelaksanaan yang cermat. Kesuksesan finansial sering bergantung pada kemampuan pemasaran. Finansial, operasi, akuntansi, dan fungsi bisnis lainnya tidak akan berarti jika tidak ada cukup permintaan akan produk dan jasa sehingga perusahaan bisa menghasilkan laba. Pemasaran penting untuk membangun merek dan basis pelanggan yang loyal, yng merupakan aset tak terwujud yang membentuk presentasi nilai yang besar dari sebuah perusahaan. Namun pemasaran adalah hal yang rumit, membuat keputusan yang benar tentang perubahan tidak selalu mudah. Para marketer harus memutuskan fitur apa yang harus diciptakan pada produk, harga yang ditawarkan, dimana harus dijual, berapa jumlah anggaran untuk iklan, penjualan atau internet. Mereka juga harus memutuskan setail kata atau warna yang tepat untuk produk. Pemasar yang cerdas adalah usaha yang tak berkesudahan.  Itulah mengapa marketing dikatakan sebagai urat nadi perusahaan dalam mencetak laba. Jika marketing gagal memasarkan produknya, maka perusahaan tidak mampu menghasilkan laba. Jangankan mencetak laba, untuk BEP pun jika tak ada pemasukan dari permintaan konsumen, maka perusahaan bisa mengalami pailit/kebangkrutan.

No comments:

Post a Comment